Polisiana.com
News Update
Loading...

Nasional

[Nasional][recentbylabel]

Polisi Inspiratif

[Polisi Inspiratif][recentbylabel]

17.7.26

Divisi Humas Polri Perkuat Kompetensi Personel Kehumasan Melalui Pemberdayaan SDM di Polresta Balikpapan

Divisi Humas Polri Perkuat Kompetensi Personel Kehumasan Melalui Pemberdayaan SDM di Polresta Balikpapan

BALIKPAPAN - Dalam upaya memperkuat peran kehumasan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Divisi Humas Polri menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan dan Pengembangan Potensi Kehumasan di Polresta Balikpapan, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Penata Kehumasan Polri Madya Tingkat II Divisi Humas Polri selaku Ketua Tim, Kombes Pol Juni Duarsyah, S.I.K., M.M. Turut mendampingi Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., bersama Wakapolresta Balikpapan dan dihadiri para pejabat utama Polresta Balikpapan serta personel yang mengemban fungsi kehumasan.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Juni Duarsyah menegaskan bahwa kehumasan memiliki posisi yang sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus mengedepankan prinsip keterbukaan, akurasi, akuntabilitas, serta mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

 Kombes Juni menjelaskan, tugas kehumasan tidak sebatas mendokumentasikan maupun mempublikasikan kegiatan kepolisian, tetapi juga berperan aktif membangun citra institusi melalui penyebarluasan informasi yang edukatif, faktual, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan komunikasi publik yang efektif, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat serta mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.

 “Melalui kegiatan pemberdayaan ini, kami ingin memperkuat kompetensi personel kehumasan agar mampu menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Humas harus menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi yang positif dengan masyarakat,” ujarnya.

Kombes Juni juga mengingatkan bahwa setiap personel kehumasan merupakan representasi wajah Polri di ruang publik. Karena itu, profesionalisme, etika, serta kemampuan berkomunikasi harus terus ditingkatkan agar mampu menghadirkan informasi yang kredibel dan memperkuat citra positif institusi.

 Dalam arahannya, Kombes Pol Juni turut menyampaikan sejumlah penekanan dari Kapolri mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam menghadapi tantangan era digital. Penguatan kemampuan personel dalam menangkal penyebaran hoaks, misinformasi, maupun disinformasi menjadi salah satu prioritas guna menjaga stabilitas informasi di tengah masyarakat.

Selain itu, pentingnya menghadirkan Polri secara aktif di ruang digital melalui publikasi konten-konten yang informatif, humanis, dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. Personel kehumasan juga diimbau untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi serta tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun berbagai modus penipuan digital, termasuk promosi perjudian online yang marak beredar di media sosial.

 Kombes Pol Juni juga menjelaskan pentingnya keberadaan war room sebagai pusat pemantauan isu dan pemberitaan di media digital. Melalui sistem monitoring tersebut, perkembangan opini publik dapat dipantau secara cepat sehingga informasi yang tidak benar dapat segera diidentifikasi, diverifikasi, dan ditindaklanjuti melalui strategi komunikasi yang tepat guna mencegah penyebaran informasi yang berpotensi menjadi viral.

Melalui kegiatan ini, Divisi Humas Polri berharap seluruh personel yang mengemban fungsi kehumasan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, mampu menyusun narasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta terus mendukung terwujudnya Polri yang Presisi melalui komunikasi publik yang profesional, transparan, dan terpercaya.

Pimpin Apel Perdana, Ini Pesan Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto

Pimpin Apel Perdana, Ini Pesan Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto

BALIKPAPAN - Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto memimpin apel pagi personel Polresta Balikpapan di halaman Mapolresta Balikpapan, Kamis (16/7/2026).

Apel tersebut menjadi momen perdana bagi AKBP Fauzan Arianto memimpin apel di jajaran personel sejak resmi dilantik sebagai Wakapolresta Balikpapan. Kegiatan diikuti oleh para pejabat utama, perwira, bintara, ASN Polri, serta seluruh personel Polresta Balikpapan.

Dalam kesempatan itu, AKBP Fauzan Arianto juga memperkenalkan diri secara langsung kepada seluruh personel. Momen perkenalan tersebut menjadi awal untuk membangun kedekatan, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Polresta Balikpapan.

AKBP Fauzan juga menegaskan kepada seluruh personel Polresta Balikpapan untuk tidak melakukan pelanggaran.

“Kami berharap kepada seluruh personel Polresta Balikpapan, mari bersama-sama menjaga diri kita pribadi, menjaga keluarga kita, menjaga rekan-rekan tidak melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Karena sudah menjadi bagian dari Polresta Balikpapan, Wakapolresta Balikpapan meminta dukungan seluruh personel Polresta Balikpapan untuk bersama-sama mewujudkan tagline Kapolresta Balikpapan, yakni AMIN “Adaptif, Mumpuni, Inovatif dan Nyata”

“Mari kita bantu pelaksanaan tugas Bapak Kapolresta Balikpapan, semoga Polresta Balikpapan semakin dicintai oleh masyarakat serta mari kita berikan rasa aman dan nyaman masyarakat Kota Balikpapan,” jelasnya.

Diakhir arahannya, Wakapolresta mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan apel paginya dan ia berpesan kepada seluruh personel untuk meningkatkan kedisplinan dan kebersihan baik di area mako maupun ruang kerja.

“Kedepan kita akan terus melaksanakan kegiatan apel pagi maupun apel siang, dan untuk itu mohon kami bantu kedisiplinannya dan tolong jaga kebersihan di area mako dan ruangan-ruangan masing-masing satuan fungsi,” tutupnya.

Usai pelaksanaan apel, Wakapolresta Balikpapan didampingi Kasipropam dan PJU Polresta Balikpapan lainnya melaksanakan pengecekan simpang tampang personel Polresta Balikpapan. 

16.7.26

Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Layanan 110 dan Command Center, Tekankan Kecepatan Respons Jadi Ukuran Pelayanan Polri

Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Layanan 110 dan Command Center, Tekankan Kecepatan Respons Jadi Ukuran Pelayanan Polri

SORONG - Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran, M.Si., mendorong transformasi pelayanan kepolisian melalui penguatan integrasi Layanan Polisi 110, Command Center, SPKT, Samapta, serta fungsi patroli agar mampu menghadirkan respons yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Komjen Pol. Fadil Imran saat melakukan kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri meninjau langsung pelaksanaan Layanan Polisi 110, mekanisme Command Center, hingga pola koordinasi antara operator, Pamapta, SPKT, dan personel yang bertugas di lapangan.

Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026 Layanan Polisi 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan, dengan 2.672 panggilan berhasil dijawab dan success call rate mencapai 88,18 persen. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada pada angka 80,37 persen sekaligus menempatkan Polresta Sorong Kota pada posisi kedua di jajaran Polda Papua Barat Daya.

Meski mengapresiasi peningkatan tersebut, Fadil menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelayanan tidak berhenti pada jumlah panggilan yang berhasil dijawab.

"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ujar Fadil.

Menurutnya, paradigma pelayanan kepolisian perlu bergeser dari sekadar menerima laporan menuju memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan.

Ia menjelaskan bahwa alur pelayanan harus berjalan secara utuh, dimulai dari laporan diterima melalui Layanan Polisi 110, diverifikasi, diteruskan kepada personel terdekat, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya kembali dimonitor.

"Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Astamaops Kapolri meminta jajaran mulai mengukur waktu respons secara bertahap, mulai dari waktu laporan diterima, waktu penugasan personel, hingga waktu kedatangan anggota di lokasi. Pengukuran tersebut dinilai penting agar pimpinan dapat mengetahui setiap tahapan pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

Selain memperkuat Layanan Polisi 110, Fadil juga menekankan pentingnya integrasi antar fungsi kepolisian agar masyarakat tidak dibebani dengan struktur internal organisasi.

"Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," tegasnya.

Menurutnya, Layanan Polisi 110, Pamapta, SPKT, Samapta, patroli, Lantas hingga Reskrim harus menjadi bagian dari satu sistem pelayanan yang saling terhubung sehingga setiap informasi yang diterima dapat segera berubah menjadi keputusan operasional dan tindakan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Fadil juga memperkenalkan paradigma baru mengenai fungsi Command Center. Ia menegaskan bahwa Command Center tidak boleh dipandang semata sebagai ruangan dengan layar besar dan teknologi canggih, melainkan sebagai pusat komando yang mampu menerima informasi, menganalisis situasi, mengambil keputusan, menggerakkan personel, dan memastikan setiap persoalan masyarakat terselesaikan.

"Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat. Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," jelasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menunggu kelengkapan fasilitas untuk mulai membangun sistem pelayanan yang efektif. Menurutnya, Command Center dapat berjalan optimal selama memiliki operator yang siap, Layanan Polisi 110 yang aktif, komunikasi radio yang terhubung, data personel yang dapat digerakkan, serta pimpinan yang mampu mengambil keputusan secara cepat.

Selain memperkuat pelayanan yang bersifat responsif, Astamaops Kapolri juga mendorong pemanfaatan data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan kejahatan.

Berdasarkan data DORS Polri, sepanjang tahun 2025 tercatat 2.429 kasus kejahatan di wilayah hukum Polresta Sorong Kota, sedangkan periode Januari hingga Juni 2026 tercatat 1.503 kasus. Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi jenis kejahatan yang paling dominan, dengan 613 kasus pada tahun 2025 dan 363 kasus selama Januari–Juni 2026.

Fadil meminta data tersebut tidak berhenti sebagai laporan administratif, tetapi diterjemahkan menjadi informasi operasional melalui pemetaan lokasi dan waktu rawan kejahatan sehingga patroli dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.

"Data harus bisa menjawab: kejahatan paling sering terjadi di mana, jam berapa paling rawan, bagaimana pola kejadiannya, dan patroli mana yang paling dekat. Dari situ kita bisa menggerakkan anggota dengan lebih tepat," ujarnya.

Ia berharap pendekatan berbasis data mampu mengubah pola kerja kepolisian dari yang semula lebih banyak bersifat reaktif menjadi semakin preventif melalui kehadiran personel pada lokasi dan waktu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Menutup arahannya, Fadil menegaskan bahwa seluruh transformasi tersebut pada akhirnya bertujuan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin cepat, humanis, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Pada akhirnya, masyarakat tidak menilai seberapa canggih teknologi yang kita miliki ataupun seberapa besar layar yang ada di Command Center. Masyarakat menilai apakah ketika membutuhkan pertolongan, polisi dapat hadir dengan cepat dan membantu menyelesaikan masalahnya," pungkasnya.

Perkuat Ketahanan Digital, Ka SPN Polda Kaltim Dorong Program Cyber Resilience Community hingga Tingkat Desa

Perkuat Ketahanan Digital, Ka SPN Polda Kaltim Dorong Program Cyber Resilience Community hingga Tingkat Desa

 

PPU – Komitmen Polda Kalimantan Timur dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman kejahatan finansial siber terus diwujudkan melalui Program Cyber Resilience Community (CRC). Kepala SPN Polda Kaltim, Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya, S.I.K., melaksanakan sosialisasi program tersebut di Ruang Catur Prasetya Polres Penajam Paser Utara, Selasa (15/7/2026), yang diikuti peserta secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan dibuka oleh Wakapolres Penajam Paser Utara, Kompol Roganda, S.H., yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, judi online, penipuan digital, hingga kejahatan siber lainnya yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya menjelaskan bahwa Cyber Resilience Community (CRC) merupakan inovasi berbasis pemolisian masyarakat yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna membangun ekosistem digital yang aman. Program ini mengusung lima pilar utama, yakni edukasi, pencegahan, deteksi dini, pelaporan, dan penanganan, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali, mengantisipasi, serta melaporkan berbagai bentuk ancaman kejahatan siber secara mandiri.

Selain memberikan pemahaman mengenai konsep CRC, peserta juga dibekali pengetahuan tentang berbagai modus kejahatan siber yang sering terjadi, di antaranya phishing, malware, social engineering, dan data breach. Masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menjaga data pribadi, tidak mudah percaya terhadap tautan mencurigakan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi tindak kejahatan di ruang digital.

Sebagai bagian dari implementasi awal, Program CRC akan diterapkan di empat Polres sebagai pilot project. Program tersebut menyasar Kasat Binmas, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, kepala desa, lurah, hingga tokoh masyarakat agar edukasi dan penguatan literasi keamanan siber dapat menjangkau masyarakat secara luas hingga tingkat desa dan kelurahan.

Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan silaturahmi dan sosialisasi kepada Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Syahrudin M. Noor, Bupati Penajam Paser Utara H. Mudyat Noor, S.Hut., serta Lurah Penajam Syafaruddin, S.Sos. sebagai bentuk penguatan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan digital di Kalimantan Timur.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan siber. Melalui Program Cyber Resilience Community, diharapkan terbangun masyarakat yang cerdas, tangguh, dan mampu menjaga keamanan ruang digital secara bersama-sama, sekaligus mendukung terwujudnya Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara yang aman dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

AKBP Fauzan Arianto Resmi Jabat Wakapolresta Balikpapan

AKBP Fauzan Arianto Resmi Jabat Wakapolresta Balikpapan

BALIKPAPAN - Polresta Balikpapan menggelar upacara pelantikan Wakapolresta Balikpapan, aula Hoegeng Imam Santoso Mapolresta, Rabu (15/07/2026) siang.

Upacara tersebut langsung dipimpin oleh Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy.

Saat ini, jabatan Wakapolresta Balikpapan dipercayakan kepada AKBP Fauzan Arianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kutai Timur.

Kapolresta  Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy dalam amanatnya menyampaikan, bahwa dalam organisasi pergantian pejabat merupakan suatu hal yang wajar dan harus dilakukan dengan tujuan untuk memperluas pengalaman dan wawasan tugas bagi yang bersangkutan, disamping untuk meningkatkan dinamika organisasi demi terpeliharanya kinerja organisasi yang merupakan bagian dari program pembinaan, baik dibidang organisasi maupun bidang personel.

"Perlu saya ingatkan bahwa Kota Balikpapan merupakan salah satu kota penyangga IKN, sehingga setiap gejala sosial yang muncul dan berdampak negatif perlu penanganan yang cepat dan tepat, sehingga tidak terjadi bentuk gangguan kamtibmas yang meresahkan masyarakat," ucap Kapolresta.

Kapolresta menyampaikan kepada pejabat baru yang oleh pimpinan dipercaya untuk memangku jabatan di Polresta Balikpapan sebagai Wakapolresta Balikpapan, agar bisa cepat menyesuaikan diri dengan situasi yang berkembang saat ini.

"Untuk Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto saya ucapkan selamat datang, selamat bergabung di Polresta Balikpapan, saya yakin dengan kemampuan yang saudara miliki mampu mendukung percepatan beradaptasi dalam pelaksanaan tugas yang di emban," imbuhnya 

Lanjutnya, diharapkan AKBP Fauzan Arianto segera menyesuaikan diri ditempat tugas yang baru dengan harapan keberhasilan yang telah dicapai ditempat tugas yang lama. Untuk terus dikembangkan demi kemajuan Polresta Balikpapan.

Upacara serah terima jabatan tersebut dihadiri oleh para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, Personel dan ASN Polresta Balikpapan serta Bhayangkari. Usai upacara, dilanjutkan dengan perkenalan kepada pejabat baru di lobi Mapolresta Balikpapan.

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

TANGERANG - Polri menggelar program Polri Goes to Campus sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan mencegah maraknya praktik judi online di kalangan generasi muda. Kegiatan bertajuk "Kampus Sehat, Mahasiswa Hebat: Cegah Judi Online Bersama Polri, Komdigi dan Akademisi" ini diselenggarakan di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Kamis (16/7).

Dalam kegiatan ini, Polri menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bareskrim Polri, serta akademisi untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya judi online, pinjaman online ilegal, keamanan digital, hingga kesehatan mental.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan generasi muda merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan internet, namun sekaligus paling rentan menjadi sasaran kejahatan digital.

"Polri tidak hanya berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap bandar judi online dan jaringan pinjaman online ilegal, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi. Kami ingin mahasiswa memiliki literasi digital dan literasi keuangan yang kuat agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan digital," ujar Trunoyudo.

Ia menjelaskan, melalui program Polri Goes to Campus, Polri bersama Komdigi dan kalangan akademisi membangun ruang dialog yang terbuka guna memberikan edukasi komprehensif mengenai bahaya judi online, modus pinjaman online ilegal, serta pentingnya membangun budaya digital yang sehat.

"Melalui kolaborasi ini kami berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan kampus maupun masyarakat sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan sumber daya manusia yang unggul dan bebas dari pengaruh judi online maupun pinjaman online ilegal," tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Pelita Harapan, Dr. (Hon.C.) Jonathan Limbong Parapak, M.Eng.Sc., mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara UPH dan Divisi Humas Polri sejak 2024. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital.

"Kami berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bersih dengan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk perjudian online, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku lain yang dapat merusak masa depan mahasiswa," kata Jonathan.

Ia menegaskan, pencegahan judi online tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, Polri, pemerintah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga karakter yang kuat, literasi digital yang memadai, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Irjen Pol. Dr. Alexander Sabar, S.I.K., M.H. memaparkan strategi pemerintah dalam memberantas judi online melalui patroli siber, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta pemblokiran konten dan rekening yang terindikasi terkait aktivitas perjudian.

Sementara itu, AKBP Reza Fahlevi, S.H., S.I.K., M.Si. dari Bareskrim Polri menjelaskan keterkaitan erat antara judi online dan pinjaman online ilegal yang kerap membentuk siklus utang berkepanjangan. Adapun Dr. Yusak Novanto, S.Psi., M.Psi., Psikolog. dari Fakultas Psikologi UPH mengulas dampak psikologis judi online terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik mahasiswa.

Melalui program Polri Goes to Campus, Polri berharap kolaborasi bersama Komdigi dan perguruan tinggi dapat memperkuat literasi digital, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai bentuk kejahatan digital, khususnya judi online dan pinjaman online ilegal.

Kapolri Serap Aspirasi Pecalang dan Ojek Online, Perkuat Kemitraan Jaga Bali Tetap Aman dan Nyaman

Kapolri Serap Aspirasi Pecalang dan Ojek Online, Perkuat Kemitraan Jaga Bali Tetap Aman dan Nyaman

BADUNG - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk terus memperkuat kemitraan dengan pecalang dan komunitas ojek online dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama pecalang dan komunitas ojek online di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum dialog antara Polri dengan para mitra strategis di lapangan. Selain mempererat silaturahmi, Kapolri juga mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan masukan mulai dari situasi keamanan, dampak penyesuaian tarif ojek online, hingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

"Saya ingin mendengarkan langsung situasi dan kondisi, khususnya terkait keamanan serta pasca-penyesuaian tarif ojek online, maupun hal-hal lain yang bisa kita sampaikan untuk menjadi bahan evaluasi bersama," ujar Jenderal Sigit.

Dalam dialog tersebut, Ketua Manggala Pecalang Wayan Suarya menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolri terhadap pecalang yang selama ini menjadi bagian dari sistem keamanan berbasis kearifan lokal di Bali. Ia menegaskan, lebih dari 27 ribu personel pecalang siap bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan di seluruh desa adat.

Sementara itu, perwakilan komunitas ojek online menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya mengenai persoalan parkir di kawasan wisata serta harapan peningkatan keamanan pada malam hari, khususnya di jalur Bypass dan kawasan Canggu yang masih kerap terjadi aksi penjambretan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolri meminta jajaran Polda Bali untuk segera menindaklanjuti persoalan yang disampaikan, termasuk mencari solusi terhadap mekanisme parkir bagi pengemudi ojek online agar tidak menimbulkan permasalahan di lapangan.

"Terkait permasalahan parkir, saya meminta Pak Kapolda memimpin pembahasan untuk mencapai kesepakatan. Saran saya, mekanismenya diresmikan sehingga biaya parkir dapat direimburse melalui aplikasi," kata Kapolri.

Kapolri juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat Polri 110 apabila menemukan ataupun menjadi korban tindak pidana sehingga petugas dapat memberikan respons secara cepat.

"Kami terus mengoptimalkan layanan 110. Apabila terjadi pencurian, penjambretan, atau tindak pidana lainnya, masyarakat dapat langsung terhubung dengan anggota Polri. Begitu juga apabila ada kejadian apa pun di jalan, layanan ini dapat dimanfaatkan sehingga anggota kami dapat segera turun ke lapangan," ujarnya.

Menurut Kapolri, pecalang dan komunitas ojek online merupakan mitra strategis Polri yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Dengan jumlah personel pecalang yang mencapai lebih dari 27 ribu orang, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi modal besar dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari pecalang dan komunitas ojek online. Ke depan, hubungan ini harus terus kita perkuat sebagai mitra dan sabuk kamtibmas sehingga keamanan wilayah dapat kita jaga bersama," tutur Jenderal Sigit.

Kapolri menambahkan, keamanan merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga daya saing Bali sebagai destinasi wisata dunia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bergotong royong menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.

"Keramahan, kebersihan, dan keamanan merupakan kunci untuk menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang semakin diminati. Mari kita bersama-sama menjaga Bali agar tetap menjadi tujuan wisata utama dan mampu bersaing dengan negara lain," tutup Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

Polri Perkuat Sabuk Kamtibmas, Pecalang dan Ojol Bersatu Jaga Bali

Polri Perkuat Sabuk Kamtibmas, Pecalang dan Ojol Bersatu Jaga Bali

BADUNG – Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama komunitas ojek online dan pecalang yang digelar di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang mempererat hubungan kemitraan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pecalang dan komunitas ojek online merupakan mitra strategis Polri atau sabuk kamtibmas yang memiliki peran penting dalam membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurut Kapolri, tantangan keamanan yang semakin dinamis menuntut hadirnya sinergi yang semakin kuat antara Polri dengan seluruh komponen masyarakat.

Bagi masyarakat Bali, keberadaan pecalang selama ini bukan sekadar perangkat pengamanan adat, melainkan representasi nilai-nilai kearifan lokal yang menjaga harmoni kehidupan masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat terhadap adat, budaya, dan karakter wilayahnya, pecalang menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Di sisi lain, komunitas ojek online memiliki mobilitas yang tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah. Posisi tersebut menjadikan komunitas ojek online sebagai mitra strategis dalam mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, sekaligus menjadi penghubung informasi yang mampu memperkuat respons cepat kepolisian di lapangan.

Kapolri menekankan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pertukaran informasi antara Polri dengan pecalang maupun komunitas ojek online. Hubungan yang terjalin secara erat diyakini akan semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung keberhasilan berbagai agenda pembangunan nasional.

Selain itu, Kapolri berharap komunitas ojek online dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus berperan aktif melaporkan setiap kejadian maupun potensi gangguan keamanan kepada kepolisian. Dengan jaringan yang luas dan aktivitas yang menjangkau berbagai wilayah, komunitas ojek online diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem deteksi dini yang mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Penguatan sinergi antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online mencerminkan pendekatan pemeliharaan keamanan yang mengedepankan kemitraan, partisipasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi implementasi community policing, di mana keamanan dibangun melalui kepercayaan, komunikasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Momentum Silaturahmi Sabuk Kamtibmas di Kabupaten Badung akhirnya tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online. Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa sinergisitas seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi penting dalam memperkuat kondusivitas wilayah, sehingga mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan menjaga Bali tetap menjadi daerah yang aman serta kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.

Dandim 0905/Balikpapan Sambut Hangat Kunjungan Kapolresta, Tegaskan Komitmen Perkuat Soliditas TNI-Polri

Dandim 0905/Balikpapan Sambut Hangat Kunjungan Kapolresta, Tegaskan Komitmen Perkuat Soliditas TNI-Polri

BALIKPAPAN - Komandan Kodim (Dandim) 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung menyambut hangat kunjungan silaturahmi Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Balikpapan di Makodim 0905/Balikpapan, Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut yang dinilainya sebagai momentum penting untuk semakin mempererat hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Balikpapan.

"Atas nama keluarga besar Kodim 0905/Balikpapan, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kapolresta Balikpapan beserta seluruh rombongan. Kehadiran ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami," ujar Kolonel Inf Denny Salurerung.

Menurutnya, kunjungan resmi seperti ini menjadi momen bersejarah bagi Kodim 0905/Balikpapan. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari personel yang telah lama bertugas, silaturahmi resmi antara pimpinan Polresta Balikpapan dan Kodim 0905/Balikpapan belum pernah dilaksanakan sebelumnya.

"Ini menjadi sejarah yang baik bagi Kodim. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut melalui kunjungan balasan maupun kegiatan bersama lainnya sehingga menjadi tradisi yang terus dipertahankan," katanya.

Dandim menegaskan, soliditas TNI dan Polri merupakan modal utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia berharap sinergi yang telah terbangun selama ini terus diperkuat agar Balikpapan tetap menjadi kota yang aman, damai, dan kondusif.

"Sesuai dengan motto kita, TNI-Polri Solid. Apa pun yang terjadi di luar sana, kita di Balikpapan harus tetap solid, saling bergandengan tangan, saling membantu, dan saling mendukung demi menjaga kota yang kita cintai ini tetap aman, nyaman, damai, serta mampu memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.

Selain mempererat hubungan antarlembaga, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah Kota Balikpapan.

Di akhir sambutannya, Kolonel Inf Denny Salurerung menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan yang telah dipersiapkan. Meski berlangsung secara sederhana, ia berharap kehangatan dan semangat kebersamaan yang terjalin dapat semakin memperkokoh sinergi TNI-Polri.

"Kami sangat bangga dan senang atas kunjungan saudara-saudara kami dari Polresta Balikpapan. Semoga silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk mempererat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Balikpapan," pungkasnya.

Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Selain menjadi ajang mempererat hubungan antar pimpinan dan personel kedua institusi, pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen bersama TNI dan Polri untuk terus bersinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Balikpapan.

Asal SEO

Kriminal

[Kriminal][recentbylabel2]

Polisi Wanita

[Polisi Wanita][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done